Dari Infrastruktur Digital Hingga Validasi Data Kunci Pengembangan Ekonomi Kreatif di Salatiga


SALATIGA WAWASAN.CO. Menurut Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit pengembangan ekonomi kreatif di Salatiga ditengah pandemi Covid-19 tidak semata dibutuhkan jiwa-jiwa yang kreatif semata. Melainkan dibutuhkan tiga hal penting yang patut diperhatikan.

"Mulai dari infrastruktur digital, fasilitasi regulasi hingga validasi data menjadi kunci pengembangan ekonomi kreatif di Salatiga," kata Dance Ishak Palit mengulas "Geliat Ekonomi Kreatif Dimasa Pendemi Covid-19", di Joglo Rini Salatiga, Jumat (5/3).

Ia mengungkapkan, infrastruktur digital menjadi sebuah sarana untuk bisa memahami produk apa yang ditawarkan.

"Dimana, dengan infrastruktur digital yang memfasilitasi kegiatan-kegiatan UMKM atau pun berbagai sektor usaha akan sangat dibutuhkan dan dinanti masyarakat dimasa pandemi Covid-19 sekarang," kata Dance.

Tersedianya infrastruktur digital, lanjut dia, pemasaran ekonomi kreatif bukan hanya untuk Salatiga saja tapi telah melebar ke manca negara.

Selain infrastruktur digital, pengembangan ekonomi kreatif juga membutuhkan validasi data.

"Sehingga kebijakan-kebijakan pengambilan keputusan dari pemerintah kota, Stockholder serta OPD harus berbasis data," paparnya.

Point' ketiga dibutuhkan ketika pengembang ekonomi kreatif menjadi perhatian, adalah berhubungan dengan regulasi.

Dimana pemerintah harus memfasilitasi regulasi yang memudahkan pertumbuhan ekonomi kreatif bukan justru yang menghambat.

"Kalau ada perizinan jangan sampai menghambat. Harus betul-betul difasilitasi pemerintah. Jadi jangan lagi bicara permodalan justru (bicara modal) bukan lagi dikatakan ekonomi kreatif. Malah bisa dikatakan bergantung itu,' imbuhnya

Penulis : ern
Editor   : edt