Terminal Tipe C Magersari Siap Digunakan


Terminal tipe C yang dibangun Dinas Perhubunga dan diberi nama Terminal Magersari siap digunakan. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG-  Dinas Perhubungan Kota Magelang akan menyosialisasikan  bangunan terminal tipe C  yang ada di kawasan Sentra Ekonomi Lembah Tidar  Kelurahan Magersari, Kota Magelang ke masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan kota dan angkutan perbatasan .

“Kami akan segera menyosialisasikan terminal  tipe C ini , agar  segera dapat dimanfaatkan penggunaannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Suryantoro, Senin (15/1).

Suryantoro mengatakan,   sosialisasi tersebut dilakukan , terkait dengan   rute jalan masuk maupun keluar bagi angkutan kota maupun angkutan perbatasan yang melayani trayek Magelang – Muntilan   dan  Magelang – Salaman.

Ketika ditanya tentang kapan pengoperasian Terminal  Magersari yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih tersebut, pihaknya masih menunggu rapat dengan forum lalu-lintas, karena harus mengubah jalur masuk.

Menurutnya, tidak semua angkutan kota yang ada di Kota Magelang bisa masuk ke dalam  terminal yang bisa menampung sekitar  25-30 unit kendaraan tersebut. Tetapi, hanya  enam jalur angkutan kota dan dua jalur angkutan berbatasan.

“Keenam jalur angkutan kota  yang harus masuk ke dalam Terminal Magersari  tersebut , yakni jalur 2, 3,10, 12. Selain itu, juga angkutan perbatasan yang biasa melayani rute Magelang –Borobudur dan Magelang- Salaman, “katanya didampingi Kabid Lalu-lintas dan Perparkiran, Chandra  Wijatmiko Adi dan Kabid  Pengujian Kendaraan Bermotor Angkutan dan Terminal, Andri Rudianto.

Ia menambahkan, setelah melalui analisa lalu lintas, pihaknya merencanakan  untuk pintu masuk ke terminal yang dibangun  berdekatan dengan Pusat Kuliner Lembah Tidar, Pasar Sidomukti 1 dan 2, Pasar Burung Sasana Kukila dan Pasar Ikan Sasana Mina tersebut, melalui depan Kantor Pegadaian . Sedangkan,  untuk jalur keluar yakni melewati  Pasar Burung Sasana Kukila dan kembali masuk di Jalan Ikhlas dan sesuai dengan trayek masing-masing jalur angkutan kota dan angkutan perbatasan.

Mantan  Staf Ahli Wali Kota Magelang ini mengatakan, salah satu tujuan  dibangunnya terminal tipe C tersebut untuk mengganti pendapatan asli daerah  (( PAD) yang bersumber dari retribusi  terminal yang hilang, seiring diambilalihnya pengelolaan Terminal Tidar Magelang  yang bertipe A oleh pemerintah pusat.

‘’Selain itu untuk mengganti Subterminal Ikhlas, yang lokasinya digunakan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL)dan untuk parkir bus wisatawan yang naik ke Gunung Tidar,” ujarnya.

Suryantoro mengatakan, dengan dibangunnya terminal tipe C di  bekas makam Kerkhof tersebut yang mempunyai luas 1.500  meter persegi tersebut  akanberpengaruh positif pada tingkat kunjungan ke pasar-pasar  yang ada di sekitarnya mengingat selama ini angkutan kota dan angkutan perbatasan  banyak mengangkut penumpang dari berbagai wilayah.

“Selain itu, adanya terminal tipe C yang lokasi yang pernah dijadikansebagai penampungan pedagang Pasar Rejowinangun beberapa tahun lalu,dapat meramaikan pusat keramaian di wilayah Magelang Selatan,”katanya.

 

 

Penulis : widias
Editor   :