Kelambu Dilepas, Inilah Wujud Cungkup Makam Sunan Kudus


Ini rupa cungkup makam Sunan Kudus tanpa kelambu (luwur). Foto: Ist

KUDUS – Kelambu (luwur) yang biasa membungkus makam Sunan Kudus, Selasa (11/9) dicopot. Bagi peziarah masyarakat yang ingin tahu bagaimana bentuk makam Sunan Kudus, ini mungkin saat yang tepat untuk melihat secara langsung makam tokoh penyebar agama di Kota Kretek tersebut.

Ya, pelepasan luwur makam Sunan Kudus merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1440 H/2018. Pelepasan dilakukan sejak pukul 06.00 WIB, di setiap tanggal 1 Muharam.

Pelepasan Luwur diawali dengan ziarah di makam Kangjeng Sunan Kudusdibuka dengan ummul Quran oleh KH Syaifuddin Luthfi, dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin KH. Abdul Basith, dan ditutup dengan doa oleh KH Hasan Fauzi.

Selesai tahlil, panitia dan perewang melepas luwur di semua bagian atau bidang ruang. Kali pertama yang dilepas adalah penutup nisan, jirat, ranjam, dan fitrage yang dipimpin oleh KH Muhammad Arifin Fanani. Pelapasan kemudian dilanjutkan di bagian luar makam, yaitu bagian cungkup utama, ahli waris dan ruang paseban. Setelah semua luwur dilepas, dilanjutkan membersihkan semua bagian makam.

Pelepasan luwur diikuti dan dilaksanakan oleh panitia dan perewang sebanyak lebih kurang seratus orang. Secara simbolis, panitia seksi Luwur menyerahkan luwur berupa kiswah, melati dan penutup nisan kepada Ketua Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), KH Em Nadjib Hassan.

Luwur yang dilepas tersebut telah terpasang selama satu tahun sejak buka luwur tahun lalu kemudian dibawa ke pendapa Tajug untuk diurai dan dirapikan secara bersama-sama oleh panitia dan perewang,

Luwur-luwur yang dilepas sebelumnya menjadi penutup area makam dengan berbagai bentuk, yaitu melati, unthuk banyu, kompol, dan wiru. Kesemuanya diurai kembali menjadi lembaran kain untuk dirapikan dan disimpan hingga tanggal 9 Muharram nanti.

”Semua kain luwur nanti kan dipotong dengan ukuran kurang lebih 105cm x 50cm untuk dibagikan sebagai suvenir untuk tamu-tamu khusus dan tidak diperjualbelikan,” kata Humas Panitia Buka Luwur Sunan Kudus, Wildan Hakiki.

Sebagai pengganti, panitia akan membuat luwur baru tanggal 6-9 Muharram H/16-19 September 2018 TU, dan akan dipasang secara bertahap, yang puncaknya dipasang pada tanggal 10 Muharram pada Upacara Buka Luwur untuk memasang ranjam di makam Kangjeng Sunan Kudus.

Selama menunggu pembuatan luwur baru, peziarah dapat menyaksikan cungkup dalam kondisi terbuka tanpa penutup luwur, dan terlihat keindahan cungkup berbahan batu kapur dengan aneka ornamen indah yang telah berumur ratusan tahun.

Selama pembuatan luwur dan rangkaian kegiatan Buka Luwur, kegiatan ziarah di makam Kangjeng Sunan Kudus masih berjalan seperti biasanya, tidak ada penutupan, kecuali saat Upacara Buka Luwur.

Rangkaian acara Buka Luwur Makam Sunan Kudus akan berlangsung hingga 10 hari mendatang. Puncak acara berupa pemasangan luwur pada 10 Muharram dan pembagian nasi jangkrik yang akan melibatkan ribuan orang.

 

 

Penulis : al
Editor   :